3. Ciri-ciri Morfologi yang Diamati
 Ukuran Tubuh: Relatif lebih kecil dibandingkan Gajah India atau Gajah Afrika. Tinggi bahu jantan
dewasa sekitar 2 hingga 3,2 meter.
 Warna Kulit: Warna kulit cenderung abu-abu gelap dengan sedikit bercak kemerahan atau keputihan
pada bagian telinga, dahi, atau perut.
 Gading: Hanya sebagian kecil gajah jantan yang memiliki gading panjang, sementara betina
umumnya tidak memiliki gading atau hanya memiliki gading pendek (gading kecil).
 Telinga: Telinganya relatif besar, namun lebih kecil dibandingkan Gajah Afrika.
 Belalai: Memiliki belalai panjang yang berotot dengan satu proyeksi seperti jari di ujungnya,
digunakan untuk bernapas, minum, makan, dan berinteraksi
4. Habitat atau Lokasi Ditemukannya
 Habitat Alami: Beragam tipe hutan, termasuk hutan dataran rendah, hutan hujan tropis dataran tinggi,
hutan sekunder, dan daerah rawa di pulau Sumatera, Indonesia.
 Persebaran: Hanya ditemukan di provinsi-provinsi di Sumatera, seperti Riau, Lampung, Aceh,
Bengkulu, dan Sumatera Selatan, namun populasinya terfragmentasi.
5. Catatan Hasil Pengamatan, Seperti Perilaku, Kondisi Lingkungan, atau Hal Menarik Lainnya
 Perilaku Sosial: Hidup dalam kelompok sosial (kawanan) yang dipimpin oleh betina tertua (matriark).
Kawanan ini terdiri dari betina dewasa dan anak-anak, sementara jantan dewasa sering hidup soliter
atau dalam kelompok jantan.
 Pola Makan: Termasuk herbivora yang memakan berbagai jenis tumbuhan, rumput, buah-buahan,
kulit pohon, dan akar. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu untuk makan.
 Kondisi lingkungan: Gajah Sumatera ini tinggal di tempat wisata yakni kebun binatang, kandangnya
luas serta terdapat rumah yang cukup memadai, serta lingkungan kandang cukup bersih.
6. Manfaat dan Peranan Ekologis
 Arsitek Ekosistem (Ecosystem Engineers): Gajah adalah spesies kunci dan pembuat habitat. Dengan
cara merusak semak dan pohon kecil, mereka menciptakan ruang terbuka yang mendukung
pertumbuhan rumput dan menyediakan akses air bagi hewan lain.
 Penyebar Biji (Seed Disperser): Mereka mengonsumsi buah-buahan besar dan biji, kemudian
membuang biji tersebut bersama kotoran di tempat yang jauh. Biji yang melewati saluran pencernaan
gajah sering memiliki daya kecambah yang lebih baik.
 Pembersih Jalan: Di hutan yang padat, pergerakan gajah menciptakan jalur satwa yang memudahkan
pergerakan satwa lain.
 Nilai Ekonomi/Pariwisata: Jerapah merupakan spesies ikonik yang sangat menarik bagi wisatawan
terutama anak-anak sebagai media pembelajaran dan pengenalan terhadap hewan, memberikan
peluang kerja/usaha dan pendapatan bagi masyarakat sekitar.
7. Ciri Khas dari Spesies tersebut
 Postur Lebih Kecil: Merupakan subspesies Gajah Asia dengan ukuran terkecil.
 Endemik: Hewan ini endemik (hanya ditemukan secara alami) di pulau Sumatera, Indonesia.
 Kuku: Memiliki lima kuku pada kaki depan dan empat kuku pada kaki belakang.
8. Jenis dan Deskripsi Umum
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) adalah subspesies dari Gajah Asia (Elephas
maximus). Hewan ini merupakan mamalia darat terbesar di Indonesia dan termasuk dalam kelompok